MANUSIA DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

MANUSIA DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

Paradigma keilmuan selalu dibangun di atas asumsi-asumsi dasar tertentu. Hal ini terutama mengacu pada poin-poin yang sangat sulit dibuktikan secara empirik dan diterima oleh semua ilmuan. Evolusi vs penciptaan misalnya, melahirkan perdebatan abadi pada beberapa kalangan sehingga banyak yang akhirnya mendiamkan.

Dalam tradisi ilmu pengetahuan yang menegasikan Tuhan, orientasi kehidupan hanya terbatas pada fase kelahiran-kehidupan-kematian. Memang ada kajian ilmiah tentang mempersiapkan kelahiran yang berkualitas, tapi sulit sekali menemukan kajian tentang apa yang terjadi paska kematian.

Nah, dalam tradisi agama, termasuk Islam di dalamnya, pandangan kehidupan manusia tidak hanya dibatasi oleh episode kematian, melainkan juga apa yang akan terjadi setelah kematian itu. Poin terakhir inilah yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam berbagai pengambilan keputusan dlm hidup, termasuk hal-hal yang terkait dengan keluarga, karir, pendidikan, bisnis, dan lain sebagainya.

Dalam Kitab Suci, manusia direpresentasikan oleh banyak terminologi, mulai dari Insan, Naas, Basyar, hingga Bani Adam. Saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada satu kata atau bahkan satu huruf pun dalam Al Quran yang sia-sia atau tidak memiliki makna, oleh karenanya setiap term yang merujuk pada manusia tersebut tentu mengandung penekanan makna yang berbeda.

Naas dan Insan misalnya, berakar dari kata yang sama yaitu uns, yang bermakna jinak dan jelas. Menghasilkan kata turunan nisyaan yang bermakna lupa. Hal ini mengingatkan saya pada satu ungkapan bahwa Al Insaanu mahalul khotho’ wan nisyaan, manusia adalah tempatnya kesalahan dan lupa.

Tidak akan pernah cukup usia kita untuk memahami manusia secara utuh dan sempurna. Setiap pemahaman baru yang kita serap dari pengalaman maupun proses belajar pasti akan ditantang oleh pertanyaan-pertanyaan baru yang membuat kita menyadari bahwa usia tak akan pernah cukup untuk berusaha memahami manusia secara menyeluruh.

Saya ingin membatasi perbincangan ini pada dua term yang ada dalam AlQuran terkait fungsi atau mungkin ‘evolusi’ manusia, abdullah dan khalifatullah. Fungsi abdullah direpresentasikan oleh ayat wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun, dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah. Poin-poin yang dapat saya tadabburi dari ayat tersebut adalah bahwa: penghambaan bukan hanya domain manusia, melainkan juga selainnya, yang direpresentasikan oleh jin pada ayat tersebut.

Oleh karenanya, saya meyakini bahwa setiap detak dan episode kehidupan manusia adalah wujud penghambaan. Bunga yang mekar dan gugur pada musimnya, harimau yang mengejar dan mencabik-cabik mangsanya, juga manusia yang menjalankan aktivistas hariannya adalah bentuk peribadatan kepada Allah. Oleh karenanya, dalam terminologi agama kita mengenal pembagian antara ibadah yang sifatnya makhdah (top-down) dan ibadah yang sifatnya muaamalah.

Fungsi yang kedua adalah khalifatullah, kata dasarnya adalah ‘yang dibelakang’ atau ‘yang menggantikan’. Inilah fungsi manajerial dan pengorganisasian terhadap kehidupan sebagai konsekuensi anugerah akal yang membedakan manusia dengan binatang dan tumbuhan. Fungsi kekhalifahan menuntut proses berpikir dan berijtihad dengan berorientasi pada output kehidupan sebagaimana dikehendaki Allah atas kehidupan manusia.

Mewujudkan masyarakat yang damai dan adil, lingkungan yang bersih dan tertata, relasi manusia dan teknologi yang positif, memerlukan kerja akal yang dilandasi oleh semangat dan nilai bahwa manusia adalah khalifatullah.

Disampaikan oleh Susilo Wibisono (PhD Student, UQ) di IMCQ Kuraby Hall, Brisbane, Australia pada Kuliah Shubuh 23 Juli 2017.

KULIAH SHUBUH 27 DAN 28 MEI 2017: FIQH SHAUM RAMADHAN

KULIAH SHUBUH 27 DAN 28 MEI 2017: FIQH SHAUM RAMADHAN

TIME & PLACE
IMCQ Kuraby Hall
Wally Tate Park
Kuraby, Brisbane

May 27, 2017 
06:00:00 until 08:00:00

DESCRIPTION
Assalamu’alaikum

Mengundang jamaah untuk mengikuti kuliah subuh pekan ini, 27 dan 28 Mei 2017 bersama Ustadz Ahmad Sahal Hasan, Lc
Pukul 6 am (setelah sholat subuh berjamaah di masjid Kuraby), bertempat di Kuraby Hall, Wally Tate Park Kuraby
Tema : Fiqh Shaum Ramadhan

Jazaakumullahu khayran katsiira.

KULIAH SUBUH 13

KULIAH SUBUH 13

TIME & PLACE
IMCQ Kuraby Hall
Wally Tate Park
1408 Beenleigh Road , Kuraby

February 25, 2017 
05:00:00 until 07:00:00

DESCRIPTION
Assalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim

Rasul صلى الله عليه و سلم bersabda
“Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak”

Sahabat IISB, seperti biasa In syaa Allah akhir pekan ini akan ada kuliah subuh.

· Hari Sabtu, 25 Februari 2017 dengan tema “Huruf Bermakna bagian 2” (lanjutan terjemah Al Qur’an mudah dengan metode Al Amin), oleh Ustadz M. Luthfi Hamidi

Info selengkapnya mohon dilihat di flyer.
Silakan flyer disebarluaskan. Jazaakumullahu khayr.

Semoga Allah mudahkan kita agar tetap istiqomah dalam ketaatan padaNya

Wassalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.