SALAAM BBQ

SALAAM BBQ

Welcoming newly-arrived members, Opening Cooperation Initiatives The Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) held a welcoming and networking event at Guyatt Park, St Lucia, las Saturday, 2nd March 2019. The Australian style BBQ party was named Salaam BBQ, which means ‘to greet’ in Arabic. “The name of this event implies that IISB sincerely welcomes newly-arrived Indonesian Muslims living in Brisbane and its vicinity to be the member of this organization and to open itself to any cooperation initiatives with other groups, organizations, and Australian governmental bodies,” said Achmad Supardi, Secretary General of the IISB.

The main purpose of Salaam BBQ was to strengthen the relationships between organisations and communities in Brisbane –especially, but not limited to Indonesians-based ones– with the future aim of improving collaborations. Various organisations were invited including the Queensland Police Department, Bethany Brisbane (a Christian organization), Seharum Nusantara (Gold Coast-based Indonesian cultural group), Indonesian Sunshine Coast Community, LDII (an Indonesia-based Islamic group), and Indonesian student associations from University of Queensland, Griffith University, and Queensland University of Technology.

The event was attended by approximately 200 people. While kids were playing on the ground, both presidents of IISB and University of Queensland Indonesian Student Association (Uqisa) signed an MoU. The two organizations will cooperate in providing professional trainings for Indonesians living in Brisbane and its surrounding, including the English course for students’ spouses.

“We do not want that any Indonesians spent a considerable amount of time in Brisbane still lacking in English. IISB and Uqisa will provide some trainings which will be beneficial for students and their spouses when they back for good to Indonesia,” said Darmawan Atmoko, the President of IISB (Gunaro Setiawan).

caption gambar
Darmawan Atmoko (left) and Arimbi Mardilla show the signed Mou between IISB and Uqisa on professional trainings for Indonesians in Brisbane (Credit: Achmad Supardi)

PENTINGNYA MEMAHAMI AQIDAH

PENTINGNYA MEMAHAMI AQIDAH

Intisari PJM 2 Februari 2018, disampaikan oleh Ust. Rustanto Nanang

Apakah aqidah itu?
Aqidah berasal dari kata al ‘aqdu yang berarti ikatan, juga berarti al ihkam (penguatan atau pengokohan), at tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat. Aqidah berarti ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan.

Aqidah adalah perkara yang waijb dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya sehingga menjadi keyakinan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Orang yang mempunyai aqidah terhadap sesuatu hal, artinya orang itu mengikat hatinya di atas hal tersebut.

Apakah aqidah Islamiyah itu?
Secara istilah, aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya, seperti tercantum dalam firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 15.

Dalam agama Islam, aqidah Islamiyah berarti meyakini dengan sungguh-sungguh, tidak ada keraguan sedikit pun, beriman kepada Allah sebagai Rabb (meyakini Allah sebagai satu-satunya pengatur (Rabb) seluruh alam semesta), beriman kepada Allah sebagai satu-satunya ilah/Tuhan yang harus disembah, beriman kepada asma’ dan sifat-sifatNya, beriman kepada para MalaikatNya, para RasulNya, hari kiamat, takdir baik dan buruk.
Aqidah mengandung konsekuensi melakukan dari apa yang diyakini itu.

Dalam aqidah Islamiyah mencakup ketundukan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintahNya, hukum-hukumNya serta meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa assalam.

Urgensi Aqidah Islamiyah
Bagi seorang muslim, aqidah ibarat pondasi bagi bangunan. Kunci kesuksesan bagi seorang muslim adalah memiliki aqidah Islamiyah. Tiada kesuksesan yang paling besar selain bisa berjumpa dengan Allah. Jika seseorang mengharapkan perjumpaan dengan Allah, maka hendaknya mengEsakan Allah (bertauhid) dan mengikuti sunnah Rasulnya, seperti terkandung dalam ayat 21 Surat Al Ahzab dan Al Kahfi :110.

Tidak boleh ada perbedaan aqidah dalam Islam, karena aqidah adalah masalah prinsip (pokok/ushul). Begitu pentingnya aqidah ini, sehingga aqidah merupakan prioritas dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan juga para rasul sebelumnya (Surat An Nahl ayat 36). Selama 13 tahun dakwah Rasulullah (periode Makkah) hanya memperbaiki masalah aqidah para sahabat.

Lingkup aqidah Islamiyah
Sumber utama aqidah seorang muslim adalah kalimat syahadat yang telah diikrarkannya, dikuatkan dengan rukun iman yang membentuk konsep aqidah yang sama untuk semua muslim. Termasuk dalam pembahasan aqidah adalah ketauhidan yang meliputi :
1. Tauhid uluhiyah (ibadah)
2. auhid rububiyah (penciptaan, kepemilikan dan pengurusan)
3. Tauhid mulkiyah (pengesaan)

Sebab penyimpangan aqidah
Beberapa penyebab terjadinya penyimpangan aqidah adalah:
> Tidak memahami prinsip-prinsip aqidah yang benar
> Ta’ashub (fanatic) terhadap nenek moyang (S. Al Baqarah :170)
>Taqlid buta
>Berlebihan dalam menghormati para wali dan orang sholih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.
> Lalai merenungkan ayat-ayat Allah
> Hilangnya bimbingan agama dalam rumah tangga. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Demikianlah, semoga pengantar singkat tentang aqidah ini bisa memacu kita untuk makin mendalami aqidah Islamiyah secara benar, mengamalkannya dan mempertahankannya hingga Allah memanggil kita, kita tetap dalam aqidah yang lurus (Infokom)

TESTIMONI ANAK ASUH: KARDIONO CIPTA KANDA

TESTIMONI ANAK ASUH: KARDIONO CIPTA KANDA

Assalamualaikum wr.wb

Kejarlah cita-citamu sampai ke negeri China, pepatah klasik sederhana namun penuh makna yang memberi nasehat kepada setiap insan di dunia ini agar terus berusaha mengenyam pendidikan setinggi-tingginya demi sebuah cita-cita yang besar dan mulia. Seperti halnya juga saya dan mungkin sebagian besar orang pun menginginkan pendidikan yang tinggi, agar kelak kita tidak berfikir bahwa jalan yang kita ambil bukanlah jalan yang salah melainkan jalan yang dapat menghantarkan kita menuju cahaya kesuksesan. Ya, tepat di tahun 2016 saya lulus dari SMA NEGERI 5 BERAU, yang artinya saya sudah menyelesaikan pendidikan formal selama 12 tahun. Tidak hanya sampai disitu dengan lulusnya saya di bangku SMA, saya pun bertekat untuk melangkah dan bersiap menghadapi dunia pendidikan yang lebih tingg yakni dunia perkuliahan.

Bersyukur, saya berhasil di terima di Universitas Mulawarman Samarinda Fakultas Hukum program studi Ilmu Hukum dengan tanpa tes akademik tertulis melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Seiring berjalannya waktu dengan suasana yang tentunya sangat berbeda di masa-masa sebelumnya. LD Al-Mizan (lembaga dakwah al-mizan) adalah organisasi internal kampus yang saya pilih untuk mengembangkan diri dan mendapatkan ilmu serta pengetahuan yang tidak saya dapatkan di ruang kelas perkuliahan. Mendengar kata “Dakwah” tentunya sudah pasti organisasi tersebut bergerak di bidang keagamaan. Kendati demikian, Al-Mizan mengonsep dakwah dengan konsep yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman saat ini sehingga dapat di terima semua kalangan.

Selain daripada itu, saya juga bergabung dalam Badan Kajian Hukum dan lebih tepatnya di bagian Court Monitoring dimana hal tersebut bekerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk merekam persidangan dalam kasus tindak pidana korupsi dipengadilan negeri Kota Samarinda. Dan Belum lama ini saya juga ikut dalam organisasi LKPI (Lingkar Karya Pemuda Inspiratif), dimana saat ini LKPI telah melakukan perjanjian kontrak dengan SMAN 14 Samarinda dalam jangka waktu 1 tahun.

Meskipun kuliah merupakan prioritas utama, bukan berarti organisasi diabaikan. Dengan managemen waktu yang baik agar antara kuliah dengan organisasi dapat seimbang dan yang paling urgen adalah tidak mengganggu nilai akademik saya. Alhamdulillah…saya membuktikan bahwa organisasi tidak mengganggu nilai akademik jikalau bisa memanag waktu dengan baik, dimana untuk nilai semester pertama sangat memuaskan bagi saya dengan nlai IP = 4,00. dan tidak hanya sampai disitu, bersyukur pula prestasi pun bisa saya raih melalui organisasi yang saya ikuti. Terbukti saya bisa meraih juara 1 dalam lomba Debate Ilmiah Hukum yang di selenggarakan Universitas Widiyagama.

Dengan semua ini Saya berharap menjadi pertanda awal yang baik untuk meraih kesuksesan dimasa yang akan datang.

Sekian cerita singkat dari saya KARDIONO CIPTA KANDA

Wassalamualaikum wr.wb


Kardiono adalah penerima beasiswa IISB 2016-2017, dia terpilih saat masih duduk dibangku SMA kelas 3, tahun 2016. Setelah selesai sekolah dia bertekad melanjutkan study di Universitas.
Pada semester awal, ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia karena sakit. Kardiono tidak putus asa dan tetap bertekad untuk lanjut kuliah. Beasiswa IISB telah membantu meringankan beban keluarganya dalam membiayai kuliahnya. Kardiono dan Ibunya mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga IISB yang telah memberikan beasiswa kepada Kardiono. Semoga Allah SWT selalu memuliakan dan memberikan kelimpahan rejeki. Terima kasih. Salam. (Asri)