BETAWI INDONESIAN RESTAURANT

BACK TO LIST

Yang terletak di Jalan Maroubra NSW 2035, misalnya, merupakan salah satu restoran Indonesia tertua di Sydney. Restoran milik pasangan Ester Melania Widjaja (51) dan Burhan Halim (52) ini tahun 2008 genap berusia 18 tahun.

Pada pertengahan Agustus 2008, restoran itu tengah menyediakan menu spesial nasi gudeg ayam, bakso campur spesial, soto mi, nasi begana, dan laksa ayam. Harga makanan mulai 8 dollar Australia. Juga ada bubur ketan hitam dan bubur kacang hijau seharga 5 dollar.

Berbagai macam masakan khas Indonesia disajikan di sana, mulai dari nasi goreng, nasi gudeg, nasi begana, dan nasi uduk komplet, hingga lontong, gado-gado, sayur asem, tumis terung, terik daging pedas, soto betawi, siomai dan tahu bakso, bakso tenis, bakso urat kuah, bakso goreng, dan otak-otak. Aneka masakan ayam juga disajikan di restoran ini, seperti ayam kalasan, ayam bumbu sereh, dan ayam bakar.

Apabila ingin menikmati kue-kue khas Indonesia. Tidak perlu khawatir, karena restoran yang buka dari pukul 11.30 hingga pukul 21.30 ini menyediakan berbagai jajan pasar dan kue basah, seperti risoles, pastel, bacang, putu mayang, dan kue talam.

Menu andalan di restoran ini adalah soto betawi, terik daging pedas, lontong cap gomeh, bacang, dan nasi uduk komplet.

Yang paling unik adalah terik daging pedas. Orang yang baru pertama makan di restoran ini mengira itu masakan teri yang dibalado, tetapi sebenarnya itu makanan dari daging.

”Saya pikir kalau hanya bikin seperti empal enggak menarik. Jadi, dagingnya saya goreng seperti dendeng, kemudian saya bumbui kayak balado. Terus terpikir ini masakan apa ya. Saya namai saja terik daging pedas. Eh, ternyata orang bule paling senang makanan ini,” kata Ester.

Selain terik daging pedas, masakan yang paling disukai orang Australia di restoran ini adalah ayam kalasan, gado-gado, nasi goreng, dan rendang.

Walaupun namanya rendang, rendang buatan Ester dibuat lain dari rendang umumnya. ”Daging rendang saya buat seempuk mungkin sehingga ketika di mulut orang tidak perlu capai mengunyah,” tambah Ester sambil mempersilakan saya mencicipi rendang buatannya.

Awalnya jajan pasar

Sebelum hadir di Jalan Maroubra, pertama kali Betawi Indonesian Restaurant ini berada di Jalan Bunnerong 65, Kingsford. Awalnya, Ester dan Burhan hanya menjual jajan pasar yang dibuat di rumah dan dipesan komunitas gereja tempat Ester dan Burhan beribadah.

Belakangan, Ester mulai menitipkan kue-kue buatannya ke Restoran Sarinah yang juga menyajikan makanan Indonesia. Kemudian mulai tahun 1989 mereka juga menitipkan kue di toko-toko Asian Groceries.

Ketika pesanan semakin banyak datang dan atas permintaan pelanggan, keduanya memikirkan untuk membuka restoran. Tahun 1990, akhirnya Betawi Indonesian Restaurant dibuka di daerah Kingsford dengan menyewa tempat.

Sekitar 10 tahun mereka berjualan di sana meski sempat beristirahat sekitar setahun. Ketika mereka membuka kembali restoran yang sama di daerah Maroubra, kali ini bangunan restoran milik mereka sendiri. Selain itu, mereka juga membuka jasa layanan katering meskipun restoran ini hanya buka dari Senin sampai Sabtu.

Mengapa memilih nama Betawi Indonesian Restaurant?

Menurut Ester, awalnya dia dan Burhan ingin memberi nama Batavia, tetapi karena nama Batavia dinilai kental dengan penjajahan, akhirnya mereka sepakat memberi nama Betawi Indonesian Restaurant.

”Saya lahir dan besar di Betawi. Jadi, daripada pakai nama Batavia mending pakai Betawi saja,” ujar Ester dan Burhan seraya menunjukkan mobil dengan nomor polisi bertulisan ”Betawi”.

Semua makanan dimasak sendiri oleh Ester, dibantu Burhan dan dua karyawan. Kalau banyak pengunjung, Ester meminta bantuan kedua anaknya, Jessica (25) dan Synthia (23).

Sumber : http://www.gulalives.co/2015/12/01/makanan-halal-di-australia/

Jalan Maroubra NSW 2035


Share This Guide on :

 

Want to share or reply a comment, please Sign-Up or Login with one account below