16/02/2018 11:18 am

Pentingnya Memahami Aqidah

BACK TO BLOG


Intisari PJM 2 Februari 2018, disampaikan oleh Ust. Rustanto Nanang

Apakah aqidah itu?
Aqidah berasal dari kata al ‘aqdu yang berarti ikatan, juga berarti al ihkam (penguatan atau pengokohan), at tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat. Aqidah berarti ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan.
Aqidah adalah perkara yang waijb dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya sehingga menjadi keyakinan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Orang yang mempunyai aqidah terhadap sesuatu hal, artinya orang itu mengikat hatinya di atas hal tersebut.
 
Apakah aqidah Islamiyah itu?
Secara istilah, aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya, seperti tercantum dalam firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 15.
Dalam agama Islam, aqidah Islamiyah berarti meyakini dengan sungguh-sungguh, tidak ada keraguan sedikit pun, beriman kepada Allah sebagai Rabb (meyakini Allah sebagai satu-satunya pengatur (Rabb) seluruh alam semesta), beriman kepada Allah sebagai satu-satunya ilah/Tuhan yang harus disembah, beriman kepada asma’ dan sifat-sifatNya, beriman kepada para MalaikatNya, para RasulNya, hari kiamat, takdir baik dan buruk.
Aqidah mengandung konsekuensi melakukan dari apa yang diyakini itu. Dalam aqidah Islamiyah mencakup ketundukan yang bulat kepada Allah Ta’ala baik dalam perintahNya, hukum-hukumNya serta meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa assalam.
 
Urgensi Aqidah Islamiyah
Bagi seorang muslim, aqidah ibarat pondasi bagi bangunan. Kunci kesuksesan bagi seorang muslim adalah memiliki aqidah Islamiyah. Tiada kesuksesan yang paling besar selain bisa berjumpa dengan Allah. Jika seseorang mengharapkan perjumpaan dengan Allah, maka hendaknya mengEsakan Allah (bertauhid) dan mengikuti sunnah Rasulnya, seperti terkandung dalam ayat 21 Surat Al Ahzab dan Al Kahfi :110.
Tidak boleh ada perbedaan aqidah dalam Islam, karena aqidah adalah masalah prinsip (pokok/ushul). Begitu pentingnya aqidah ini, sehingga aqidah merupakan prioritas dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan juga para rasul sebelumnya (Surat An Nahl ayat 36). Selama 13 tahun dakwah Rasulullah (periode Makkah) hanya memperbaiki masalah aqidah para sahabat.
 
Lingkup aqidah Islamiyah
Sumber utama aqidah seorang muslim adalah kalimat syahadat yang telah diikrarkannya, dikuatkan dengan rukun iman yang membentuk konsep aqidah yang sama untuk semua muslim. Termasuk dalam pembahasan aqidah adalah ketauhidan yang meliputi :
  • Tauhid uluhiyah  (ibadah)
  • Tauhid rububiyah (penciptaan, kepemilikan dan pengurusan)
  • Tauhid mulkiyah (pengesaan)
Sebab penyimpangan aqidah
Beberapa penyebab terjadinya penyimpangan aqidah adalah:
  • Tidak memahami prinsip-prinsip aqidah yang benar
  • Ta’ashub (fanatic) terhadap nenek moyang (S. Al Baqarah :170)
  • Taqlid buta
  • Berlebihan dalam menghormati para wali dan orang sholih. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.
  • Lalai merenungkan ayat-ayat Allah
  • Hilangnya bimbingan agama dalam rumah tangga. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.
Demikianlah, semoga pengantar singkat tentang aqidah ini bisa memacu kita untuk makin mendalami aqidah Islamiyah secara benar, mengamalkannya dan mempertahankannya hingga Allah memanggil kita, kita tetap dalam aqidah yang lurus (Infokom)
 

 

Share This Post on :